Feeds:
Posts
Comments

interface web

HTML (Hypertext Markup Languange) adalah sebuat bahasa standart dalam pembuatan sebuah web. Sebuah website harus dibangun dengan menggunakan html. Sampai saat ini HTML ini sendiri memiliki 2 standar umum yaitu HTML 4.0 dan juga XHTML 1.0. Yang paling baru adalah XHTML . Pada awal html di gunakan hanya untuk menampilkan  isi dari sebuah web. Web yang dibuat hanya dengan menggunakan html terlihat kaku dan tidak bagus dalam tampilannya.

 Dengan mengunakan html kita dapat mengontrol tampilan dari web page, membuat form online, menambahakan objek objek seperti gambar, suara dan flash.

Dalam perkembangannya unutk membuat sebuah halaman web menjadi lebih bagus dan dinamis dan dorongan menjadikan sebuah web sebagai sebuah aplikasi maka dikembangkan bahasa-bahasa lain. sepeti css, php, javascript, ajax, xml, dll.
1. CSS

CSS (Cascading Style Sheet) yaitu bahasa sederhana untuk pemberian style atau gaya pada layout HTML yang ada. Melalui CSS, sebuah web dapat dengan mudah mengubah jenis huruf (font), warna huruf, style huruf, background, posisi element dan sebagainya. Suatu style sheet  merupakan tempat dimana anda mengontrol dan memanage style-style yang ada. Style sheet mendeskripsikan bagaiman tampilan document HTML di layar. CSS merupakan feature  yang sangat penting dalam membuat Dynamic HTML. Meskipun bukan merupakan suatu keharusan dalam membuat web, akan tetapi penggunaan  style sheets merupakan kelebihan tersendiri. Dengan menggunakan CSS sebuah web akan lebih mudah di desain dan terlihan lebih bagus.

 

2. PHP

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend, menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi.

 Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Dalam versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahas pemrograman kearah pemrograman berorientasi objek.

 Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain Bahasa pemrograman php adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya. Web Server yang mendukung php dapat ditemukan dimana – mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.

Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis – milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.

Dalam sisi pemahamanan, php adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

 3.Javascript

Javascript diperkenalkan pertama  kali oleh Netscape  pada tahun 1995.  Pada awalnya  bahasa   ini dinamakan  “LiveScript” yang berfungsi sebagai  bahasa sederhana untuk  browser Netscape Navigator 2. Pada masa itu bahasa ini banyak di kritik karena kurang aman, pengembangannya yang terkesan buru buru  dan  tidak  ada  pesan kesalahan yang di tampilkan setiap kali kita membuat kesalahan pada saat menyusun suatu program. Kemudian sejalan dengan sedang giatnya kerjasama antara  Netscape dan  Sun (pengembang bahasa  pemrograman  “Java” ) pada  masa itu, maka Netscape memberikan nama “JavaScript” kepada bahasa  tersebut pada tanggal 4 desember 1995.

Pada saat yang bersamaan Microsoft sendiri mencoba untuk mengadaptasikan teknologi ini yang mereka sebut sebagai “Jscript” di browser Internet Explorer 3. 

 

Javascript adalah bahasa yang berbentuk kumpulan  skrip yang pada fungsinya berjalan pada  suatu dokumen HTML, sepanjang sejarah internet bahasa ini adalah  bahasa skrip  pertama untuk web. Bahasa  ini adalah bahasa pemrograman untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap bahasa HTML dengan   mengijinkan pengeksekusian perintah perintah di sisi user, yang artinya di sisi browser bukan di sisi server web.

Java berbeda dengan javasript. Javascript merupakan suatu bahasa yang perkembangannya lambat di bandingkan dengan Java yang berkembang sangat cepat. Di Javascript kita tidak mungkin menyembunyikan kode skrip yang kita tulis, kode langsung di tulis di dalam dokumen HTML dan sangat mudah terlihat, sedangkan di Java, kode sudah berbentuk setengah terkompilasi (dalam bentuk applet) dan tidak mungkin  terlihat dari dalam dokumen HTML, satu mesin virtual  di  sisi user yang  bertanggung jawab  untuk menterjemahkan program di dalam applet tersebut setiap kali halaman HTML yang memuat applet tersebut dipanggil oleh browser. Dibandingkan dengan applet java yang cukup lambat dibuka oleh browser, bisa kita katakan bahwa Javascript cukup cepat di panggil(di load) oleh navigator

 4.Ajax

AJAX pertama kali di perkenalkan oleh Jesse James Garrett pada tulisannya yang berjudul AJAX: A New Approach To Web Applications. Jesse James memberi istilah AJAX untuk singkatan dari Asynchronous JavaScript And XML, namun pada perkembangannya data yang dikomunikasikan secara Asynchronous tidaklah harus berupa XML data, kita mengunakan format data lain untuk dikomunikasikan secara Asynchronous dengan server seperti PLAIN TEXT FILE, HTML DATA atau juga berupa SWF data (Flash file).

Ajax merupakan sebuah trend baru dalam perkembangan Web 2.0. Beberapa praktisi internet telah mengenal kemampuan tersebut dalam Ajax (Asynchorous Javascript and XML), yang menggabungkan teknologi HTML, CSS, Javascript, dan XML dalam menciptakan aplikasi website yang dinamis. Dengan menggunakan Ajax memungkinkan penghematan bandwith dan membuat halaman web lebih responsif karena adanya pemisahan antara data, format, style dan fungsi.

 5. XML

XML adalah sebuah teknologi  cross platform, dan merupakan tool untuk melakukan transmisi informasi. XML bukanlah program, atau pustaka. XML adalah sebuah teknologi, sebuah standar dengan berbagai aturan tertentu. Dalam pengertian yang sederhana, sebuah dokumen XML hanyalah sebuah file teks biasa yang berisikan berbagai tag yang didefinisikan sendiri oleh pembuat dokumen XML tersebut. Sesuai dengan namanya,  eXtensible Markup Language, sebuah dokumen XML adalah sebuah dokumen dengan markup, sama seperti halnya dengan HTML.

Demikian ulasan tetang web dan perkembangan teknologinya.

Diambil dari berbagai sumber.

Latar Belakang Visual Basic dan Delphi

Visual Basic merupakan pemrograman berorientasi objek yang dikeluarkan oleh microsoft yang memiliki aplikasi yang andal dan sangat menjanjikan, yang juga merupakan kelanjutan dari pemrograman basic sehingga mudah untuk dipelajari baik untuk pemula maupun lanjut, terbukti oleh banyaknya mahasiswa yang menggunakan pemrograman Visual Basic dalam membangun sebuah aplikasi.

Delphi juga merupakan pemrograman berbasis grafis, jaringan dan merancang program .net yang sangat terkenal dengan kemampuan aplikasinya yang andal, delphi dikeluarkan oleh borland yang merupakan kelanjutan dari bahasa pemrograman pascal, sehingga aplikasi lebih berkualitas dan sangat menjamin.

 

Perbedaan Interface Visual Basic dan Delphi

Interface (antar muka) adalah tampilan yang dilihat oleh si user. Tujuan sebuah user interface dirancang sedemikian rupa adalah untuk mengkomunikasikan fitur-fitur sistem yang tersedia agar user mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut. Interface kedua aplikasi ini sebenarnya terlihat mirip. VB memiliki form-form yang digunakan membangun aplikasi. Form ini memiliki dua tampilan, tampilan kode dan tampilan form. Kode-kode program disisipkan ke dalam form tersebut. Form inilah yang menampilkan tabel, gambar, tombol, dan lain lain.

Interface Delphi salah satu kelebihan “interface” adalah tingkat abstraksi yg lebih tinggi dari pada abstract method / class. baik interface (skeleton) maupun abstract class harus diimplementasikan, implementasinya disebut implementator class. dalam konteks ini (Delphi), ada banyak kelebihan penggunaan interface daripada abstract class, sekalipun tujuannya sama, namun pemanfaatannya jauh lebih luas interface.  Form-form juga digunakan dalam pembangunan aplikasi. Kedua aplikasi ini sama-sama memiliki toolbar untuk membantu pemrograman. Walaupun namanya berbeda beda tetapi pada dasarnya toolbar ataupun komponen pada kedua aplikasi ini memiliki fungsi serupa.

Misalnya; project explorer, object inspector, component palette, dan lain sebagainya. Mengenai OOP, pada VB klasik (bukan VB Net) OOP belumlah terlalu optimal. VB juga mirip dengan OS Windows tempatnya berjalan, tampilan bagus tetapi rapuh. Sedangkan Delphi sudah mendukung OOP. Untuk mengakses tool tool pada Delphi cukup mudah, karena disajikan dalam bentuk tab – tab, sementara itu pada VB harus membuka dialog dari preference kemudian memilih tool yang akan ditampilkan. Delphi juga lebih gampang dalam kompilasinya, juga lebih independen. Tidak seperti VB yang harus menyertakan *.dll, *.obj.

Berdasarkan hasil surfing dan browsing, ternyata kebanyakan programmer mengatakan ” Delphi lebih powerful, terstruktur dan aman dibandingkan VB”. Visual basic sangat populer, ini juga di dukung oleh kepopuleran Windows, mengingat mayoritas pengguna PC masih memakai OS Wndows, maka sangatlah wajar VB lebih banyak digunakan. Secara interface, VB memang lebih unggul dalam tampilan.

Delphi lebih kuat dan secure/aman. Delphi berakar pada Pascal yang memang sudah terbukti keampuhannya. Delphi juga mampu membangun aplikasi cross-platform dan .NET. Interface Delphi

 

penutup

Microsoft Visual Basic, yang dibangun dari ide untuk membuat bahasa yang sederhana dan mudah dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) untuk graphic user interface yang dikembangkan dalam sistem operasi Microsoft Windows. Bahasa pemrograman Delphi dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi.